Senin, 06 Desember 2010

Menunggu Akhir Cerita...

Derap langkah tiada terhitung, entah berapa lama waktu yang dihabiskan,mencari untuk yang penuh kepastian.Semua alur pernah ku coba dan dijalani ,karena belum akan ada hasil bila engga ada usaha begitu pepatah bilang. Rona bahagia, kesedihan, haru dan pilu silih berganti hingga kini, kadang menerawang jauh ,jatuh ,patah bahkan putus asa kadang hinggap di perasaan, meskipun akhirnya luntur di lautan doa bila udah membentur perasaan di dada. Mungkin hanya doa untuk menjemput takdir yang tertunda yang mungkin baru terjadi hingga usia di ujung batas atau nanti di kehidupan yang lain saat sang takdir memihak diri. semua perjalanan seakan sebuah abstrak yang yang multi tafsir yang menurutku butuh banyak waktu tuk memahami padahal diri merasa di buru sang waktu,
hingga pada batas nurani normal sang mahluk yang diciptkan Tuhan maha sempurna untuk berkata "mungkin kini tinggal menunggu akhir cerita untuk mencari sang terkasih hingga ujung penantian.

Senin, 22 November 2010

Tentang Rasa

Saat rona jingga disenja hari perlahan pergi ke peraduaannya, hati ini masih seperti dulu kelu tak jua sirna di rasa, masih terbersit seraut wajah dirimu yang pernah ku sayangi yang terus membekas dihati, entah kenapa itu bisa terjadi, mungkin hati tak jua rela aku harus berbagi terhadap orang yang pernah ku sayangi yang kini telah punya kehidupannya sendiri. Rasa itu tak lekas lekang di telan putaran waktu , peristiwa perpisahaan itu jua tak ada sebab yang menyakiti hati namun keadaan dan sebab dari orang yang kita hormati dan kagumi di kehidupan kita,. mereka mungkin tak usah dianggap salah karena mereka punya harapan terhadap kehidupan sibuah hati agar mereka kuat dan mapan dari segi dunia yang semakin mengkomsusi. Tapi tentang rasa itu ku tak sanggup tuk merasa berbagi terhadap orang yang pernah kusayangi,......semoga ada jalan keluar dari semua galau yang melanda di hati ,....

Minggu, 21 November 2010

Ijinkan Aku Mencium keningmu tuk terakhir kali

Mungkin sudah saatnya aku mundur dari lembaran hidupmu, dan biarkan semua menjadi cerita lalu untuk di kenang. Saat indah, saat sedih dan bahagia menjadi catatan dalam hati yang manis, karena perpisahaan ini terjadi bukan karena perbedaan tapi demi semua kebaikan dan penghormatan aku dan kamu terhadap orang yang sangat kita cintai dan sama - sama kita banggakan selama hidup kita. Biarlah semua ini menjadi kisah milik kita berdua dan tersimpan rapat di hati. Semoga semua ini tak membebani karena mungkin akan sakit bila memang untuk di kenang, namun perpisahan ini anggap saja sebagai satu pijakan untuk tahapan yang lebih berarti di kemudian hari, hingga sampai pada satu pinta untuk yang terakhir "ijinkan aku mencium keningmu tuk terakhir kali", terimakasih

Senin, 01 November 2010

Sisi Lain

Sebagai Manusia yang terlahir sempurna memang mempunyai sisi lain yang unik dalam menyikapi berbagai kejadian yang menimpannya. Dalam memenuhi keinginan banyak diantara kita kurang pas menempatkannya terutama di era mengkonsumsi seperti yang terjadi sekarang ini, para pemuka banyak bercerita dewasa ini banyak orang lebih memenuhi kesenangan yang di beli dari pada kebutuhan yang diutamakan dan hal itu memang sulit dihindari di jaman yang di tuntut oleh orde yang dipenuhi gaya hidup. Semangat yang terjadi sekarang ini mendorong semua orang untuk mengaktualisasi diri di dunia yang seolah tanpa batas - batas lagi , kejadian di belahan dunia lain dapat di ketahui seketika lewat dunia virtual yang begitu cepat berkembang. lewatberbagai kejadian itu seakan kita di tuntut untuk memilih antara yang gampang ditemui atau yang baik bagi dirinya. Banyak juga orang yang berbicara moral tapi disisi lain orang itu kerap belajar moral tapi tak lebih baik moralnya. Gaya hidup yang mengkonsumsi di era globalisasi yang kadang - kadang jadi era juga gombalisasi dimana- mana, terkam duluan berpikir kemudian seperti banyak dikemukakan para analisis kritis yang semakin langka belakangan ini, keterbukaan yang katanya sekarang ini di iringi dengan degradasi kearifan lokal yang semakin terkikis menjadi beban moral generasi. Semoga kita tetap menjadi generasi yang selalu berpikir,.........

Minggu, 24 Oktober 2010

Kutilang Tanpa Cemara

Saat dengar berita tentang bencana alam terutama tentang bencana tanah longsor dan banjir di negeriku Indonesia, aku langsung terenyuh mungkinkah tanah dan perbukitanku kini tak lagi ada lagi penyangga pepohonan akibat pembalakan atau perambahan liar para pengusaha HPH atau penduduk sekitar perbukitan,berita bencana banjir di perkotaan yang katanya akibat keserakahan atas nama pembangunan yang tak mengindahkan tatanan keharmonisan alam,begitu banyak situ atau rawa sebagai penampungan air dimusim hujan di perkotaan berubah fungsi jadi hunian atau pusat perbelanjaan, penyempitan aliran sungai, hingga penyedotan air tanah yang berlebihan oleh gedung - gedung pencakar langit yang nyaris menenggelamkan ibu kota kita tercinta yang lagi ramai di beritakan belakangan ini. Tata kelola yang serabutan di perkotaan tanpa mengindahkan keseimbangan alam kerap di tuding jika banjir menyerang penduduk kota, atau mungkin kita gelap mata tak peduli tentang keseimbangan antara alam dalam pembangunan hingga semua diterjang demi hal – hal yang sipatnya keuntungan pribadi atau kelompok sipatnya,entahlah,... namun semua itu senantiasa mulai terjawab ketika musim hujan datang yang kemudian disambut dengan banjiir yang kadang – kadang bisa menenggelamkan satu perumahan di pinggiran ibu kota, bahkan mungkin kelak ketika berekreasi ke perbukitan kita tak dapat melihat lagi kutilang berbunyi karena tak ada lagi pohon cemara tumbuh hijau di bukit tempat burung kutilang bertenduh karena telah ditebang secara serampangan oleh manusia hingga burung tersebut tak bisa berkembang biak dan bersarang meneruskan generasi penerusnya disana,. Hingga kita nanti mungkin hanya melihat kutilang tanpa cemara dan tak lagi bernyanyi trala- trili lagi yang terdengar,melainkan senadung kesedihan yang bersiul lirih,...........

Kamis, 14 Oktober 2010

Mawar Putih

Sang waktu yang melambat pelan bergulir terus seakan tak lepas dari sosok bayangan dirinya, saat mata bertatap pertama awal jumpa terasa begitu memesona diri, seorang yang penuh kelembutan dan tatapan penuh keteduhan membuat rasa damai di raga yang butuh kehadiran tuk berlabuh tuangkan rasa gelisah di jiwa. Aku bersyukur dan berdoa dalam hati semoga pertemuan ini tidak berakhir di awal mimpi yang mulai terajut,.. hingga membuat mati rasa kembali di hati,....

Rabu, 22 September 2010

Hentak Perlahan Pudar

Hati kecil kadang merasa hidup ini ga adil, sebagai manusia biasa kadang merasa kalah, walau itu biasa dalam perjalanan hidup namun kalau kejadianya berkali - kali terjadi mungkinkah ini bagaian dari takdir? entahlah karena sang takdir itu ga bisa didahului. Romasa yang diharap namun rasa kecewa yang didapat (sedikit cengeng namun kadang hal itu manusiawi sifatnya). Sebagai lelaki waktu itu merasa saat yang tepat untuk merajut hanya "sebuah persahabatan" dan mungkin juga rasa yang lebih jauh dari itu"bila waktu yg memungkinkan , setelah sekian waktu berjalan ternyata sebuah jawaban dari pertanyaan yang lama bersemi itu tak jua jumpa, seperti biasa yang ditemui itu masih sebuah dingding tebal karena alasan duniawi sipatnya mungkingkah karena kasta,
rasa pesona yang bersemi di hati
dikalahkannya, entahlah,..... namun ada suatu pertanyaan mengapa ketika dia merasa jauh dari sang tambatan hati , dia mendekat dengan pesona dan keramahan hati hingga hati ku merasa luluh dan terpesona, seperti awal jumpa menghentak hati namun pudar di kemudian waktu (dejavu ), terimakasih pada sang waktu hingga aku bisa berbagi cerita walau kini sulit untuk jumpa kembali dengannya,.......

Minggu, 05 September 2010

Jelang Lebaran

Puasa di bulan ramadhan kali ini tinggal beberapa hari lagi berakhir, banyak saudara kita yang sudah pulang mudik ke kampung halaman, teman - teman yang bekerja sudah banyak yang mendapat Tunjangan Hari Raya ( THR ), atau teman - teman yang berwirausaha telah membagi -bagi THR bagi karyawannya. Teman - teman di kantorpun minggu ini tentu tengah berbahagia karena berbagi rencana lebaran telah mereka susun apalagi setelah turunnya THR , ada yang rencana pulang kampung ke rumah mertua bagi yang telah berkeluarga ada yang mau bersilaturahmi dengan keluarga besarnya dan bertamasya ke tempat rekreasi. Kegiatan ibadah pun cukup padat di akhir bulan ramadhan kali ini banyak saudara kita yang melakukan itikaf di mesjid - mesjid maupun melakukan amal sedekah. Namun ada juga satu kebiasaan di akhir ramadhan ini, yaitu semakin luasnya mesjid kita di malam saat kita shalat tarawih dan semakin sedikitnya jumlah saf jamaah tarawih, mungkin orang tengah memikirkan kebutuhan lebaran atau melakukan perjalanan pulang mudik sehingga mereka tak melakukan shalat tarawih berjama'ah di mesjid - mesjid. Akhir kata semoga amal ibadah di bulan Puasa kali ini di terima oleh Allah Swt dan kita di berikan kesempatan untuk bertemu di bulan Puasa Ramadhan tahun depan,Insya Allah,......

Kamis, 02 September 2010

Keinginan


Aku Ingin seperti Mentari yang tak lelah sinari bumi,
Aku ingin seperti rembulan yang tulus pancarkan pesona dimalam hari
Aku ingin seperti air yang senantiasa menghapus dahaga di raga
Aku Ingin seperti angin yang tebarkan kesejukan bagi jiwa
Aku ingin seperti tanah yang rela di pijak Sukma
Namun kini satu yang utama , aku ingin terbangun dari mimpi agar bisa arungi samudra biru yang akhirnya berlabuh di dermaga bahagia segera

Kamis, 05 Agustus 2010

Sambel Goreng Hati Itu Berkurang Pedasnya


Pagi tadi ketika sarapan ga seperti biasanya ada menu sambel goreng hatidi meja makan ,hidangan itu langsung mengingatkan saya akan suasana menu makanan hari raya lebaran yang akan di sambut kurang lebih satu bulan kedepan setelah kita sebagai umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sambil terus menyantap sarapan pagi dan melihat siaran berita di televisi tiba - tiba ibuku berbicara sambil bercanda "A, kayanya lebaran nanti ga kebayang berapa harga cabe perkilonya,trus saya bertanya memang sekarang berapa harga per perkilonya mah,ibuku menjawab kemarin di pasar baru harganya aja sekarang Rp60.000/Kilogramnya,Hah saya tersontak kaget pikiran saya menerawang kemana - mana saya jadi berpikir bagaimana penjual bakwan yang hampir tiap sore ku beli jelang buka puasa dibulan ramadhan,penjual gorengan yang selalu menyertakan cabe rawit di setiap bungkus gorengannya,penjual soto ayam ceker cak kholik yang sambel cukup segar menyiasati belanja kebutuhan jualannyayang biasanya harga kebutuhan sembako akan terus naik jelang lebaran , ditengah kenaikan harga yang mungkin sangat memberatkan bagi kalangan mereka. Hal ini juga mungkin dirasakan oleh para ibu-ibu kita ketika mereka menyiapan kebutuhan makanan pas bulan ramadhan dan menjelang lebaran untuk keluarganya yang juga biasnya membutuhkan pengeluaran extra . kenaikan harga sembako biasanya akan terus terjadi menjelang hari raya Lebaran , kejadian ini biasanya rutin terjadi setip tahun. Hingga Mungkin nanti pas hari lebaran kita akan merasakan sambel goreng hati itu telah berkurang pedasnya atau kuah opor ayam itu tak sekental dari dari biasanya pas di guyur di belahan ketupat yang kita santap karena langkanya kelapa dan mahalnya daging yang harus dibeli, aaah semoga semuanya ada jalan keluar dari para pemangku amanat di negeriku Indonesia tercinta ini.(sambil menelungkupkan sendok di piring sarapan pagi tadi)

Selasa, 27 Juli 2010

Kenapa Jadi mati ide,.....


Kebiasaan menulis itu mendadak mandek , ga tau kenapa biasanya setiap melihat suatu kejadian atau ngalamin suatu peristiwa ada aja bahan untuk di tulis atau sekadar corat coret untuk didiskusikan, namun beberapa hari ini ide atau inspirasi itu mendadak hilang, padahal banyak peristiwa dalam seminggu ini yang aku jumpai dan menemui beragam karakter orang , namun semua itu tak menjadikan sebuah tulisan. Mungkinkah ini karena suasana hati atau isi kepala yang tak lagi butuh penuangan kreativitas pribadi? ga tau mungkin harus suasana hati kecewa atau terluka hingga timbul atmosfir untuk sebuah inspirasi? wallahualam,........

Jumat, 16 Juli 2010

Ga Usah Tanya

Cinta itu katanya keinginan,
Cinta itu katanya ketulusan,
Cinta itu katanya buah buaian mimpi
Cinta itu katanya pengorbanan
Cinta itu katanya ingin memiliki
Cinta itu katanya harus siap di kecewakan
Cinta itu katanya harus siap terluka,
Cinta itu katanya harus siap untuk diabaikan
Cinta itu katanya harus siap dengan kebosanan
Cinta itu katanya harus siap dengan kegelisahan
Cinta itu katanya juga harus siap bertepuk sebelah tangan
Jadi Cinta itu mendingan ga Usah tanya bila belum siap menghadapinya

Minggu, 11 Juli 2010

Secangkir Kopi Hitam Dan Kacang Kulit Di Piala Dunia

Demam sepakbola piala dunia 2010 di Afrika Selatan kemarin cukup meriah di seluruh dunia, ini bisa dilihat liputannya di berbagai media baik di tanah air sampai manca negara, berbagai tingkah polah para peserta kejuaraan dunia sepakbola terakbar sejagat ini begitu gencar diberitakan . Ditanah Air yang tak lolos berpartisipasi di piala dunia 2010 pun liputannya begitu semarak dan masyarakat pencinta bola di tanah air pun sangat antusias mengikutinya, berbagai acara nonton bareng pun bergitu ramai di gelar, dari yang di pos ronda ,warung kopi,hingga café – café bergengsipun turut berpartisipasi menyelenggarakan acara nonton bareng tersebut. Saya yang kebetulan sebagai masyarakat pencinta sepakbola tentu sangat rajin menonton pertandingan – pertandingan sepakbola piala dunia tersebut terutama ketika berlaga tim – tim favorit saya pribadi seperti Italia, Argentina , Jerman serta tentu Sang juara baru Spanyol dilayar televisi. Ada satu kebiasaan baru dikala saya menonton pertandingan sepakbola tersebut yaitu meminum secangkir kopi hitam manis dan kacang kulit tuk menemani menonton pertandingan itu , kadang juga bersama aneka kripik dalam kantong kemasan baik singkong atau kentang. Kebiasaan ini saya lakukan sekedar tuk mengusir rasa kantuk saat menonton piala dunia tersebut yang biasanya berlangsung dari pukul 9 malam hingga dini hari. Namun kebiasaan itu sepertinya akan segera berakhir seiring dengan berakhirnya pertandingan semalam (tanggal 12 juli 2010 dini hari) yaitu pertandingan babak final yang mempertemukan Belanda Vs Spanyol yang akhirnya dimenangkan oleh Negara Spanyol lewat drama pertandingan babak perpanjangan waktu ( 90 menit waktu normal plus 2 X 15menit tambahan waktu ) Spanyol unggul 1- 0 atas Belanda lewat gol andreas iniesta di babak perpanjangan waktu. Akhirnya selamat kepada Spanyol atas di raihnya piala dunia FIFA 2010 dan selamat berjumpa kembali di Piala dunia 2014 di Brazilia, Bravo sepakbola,!

Selasa, 06 Juli 2010

Senang , bimbang Dan AkhirnyaTerbang

Saat itu kejadian berawal di pertengahan bulan Juni saat orang ramai berbincang tentang piala Dunia FIFA 2010 di Afrika selatan, ada kejadian yang cukup berarti namun akhirnya ga tau sampai dimana kisah ini ujungnya. Kejadian yang awalnya di anggap akan berarti lebih jauh namun sayang cuma begitu begitu aja ga ada ujungnya, sama seperti kisah lalu ga ada proses lebih lanjut cuma sebatas menyenangkan hati, ada harap serta kebimbangan namun akhirnya terbang ditiup angin kebosanan.

Senin, 05 Juli 2010

Mungkinkah Hanya( Sebuah ) Angan


Ketika hati ingin berbagi tulus meretas mimpi tapi kenyataan hanya sebuah kehampaan,
ketika jiwa mulai terasa bermakna yang dijumpai hanya sebuah buaian mimpi,
Ketika sebuah harapan ingin digapai yang dijumpai hanya sebuah suara kebisuan,
ketika sebuah pertanyaan dihaturkan dijawab dengan sebuah keheningan,
Atau mungkinkah ia telah menyimpan asa untuk yang lain dihatinya
Hingga mungkinkah asa ini hanya sebatas angan ketika kalbu terdalam mengatakan bahwa ini sebuah jawaban dari penantian, dan merasa diri mampu menyibak tirai belenggu yang ingin selalu membandingkan, Semoga kali ini ( berharap) tak seperti awan hitam yang ditiup angin yang kemudian hilang dibalik cakrawala keindahan .

Senin, 28 Juni 2010

Temali Rasa


Biarkan awal ini terasa indah, biarkan semua mengalir tak ada batas yang tersekat, biarkan masing - masing merasa dengan imajinasi yang ada, biarkan semua ini apa adanya dan berharap tahu dengan sendirinya.Biarkan awal pesona cerita ini terus berlanjut dan berharap tak lekas berlalu karena dasar tak suka dijiwa, biarkan awal ini semua mengalir seperti air menuju samudra rasa yang biru menyatu, lupakan semua cerita orang yang membelenggu, biarkan nurani ini yang berkata karena kejujuran ada jawaban disana. Asa, harap serta kecemasan biarkan tumbuh menjadi warna dalam perjalanan ini, sampai kita ada di ujung titik penantian bahwa temali rasa memang ada hingga hati berkata kini saatnya untuk saling membagi demi sebuah kebahagiaan yang hakiki dengan restu dan ijin Tuhan ,...Semoga,...................

Minggu, 27 Juni 2010

Air Mata


air mata ternyata mengalir di pipi bukan hanya dalam keadaan berduka atau mengalami hal yang menyedihkan, momen bahagia pun kadang selalu mengalirkan air mata , seperti saat kita mendapat apa yang kita inginkan / impikan tanpa sadar air mata kita mengalir dengan sendirinya, lamaran diterima sang kekasih dengan tangan terbuka hingga berlanjut ke momen indah hari pernikahanjuga biasanya disertai air mata kebahagiaan pada yang mengalaminya , mendapatkan sebuah tropy dalam sebuah kejuaraan juga biasanya disertai tangisan bahagia sang pemenang, atau kebalikannya ada tangisan kesedihan dan penyesalan seperti tangisan para pemain Italia atas kegagalan yang di deritanya dilaga terakhir melawan Slowakia di penyisihan Grup F Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang membuat tim Nasional Italia gagal lolos ke putaran 16 besar(Fase Knockout) , disana terlihat air mata penyerang Italia Quagliarella mengalir ketika laga berakhir dengan kekalahan Italia dengan skor 3 - 2 sampai dia harus ditenangkan kapten timnas Italia Fabio Canavaro seperti terlihat didalam gambar diatas dan dia mungkin berpikir bahwa dia telah gagal mengemban amanat demi sebuah citra negara Di pentas piala Dunia FIFA 2010, Air mata juga mengalir bisa juga tanda sebuah kebohongan, hal ini di kenal di dunia percintaan dengan istilah air mata buaya yang diartikan dengan penghianatan dari sebuah kesetiaan. Air mata juga akan mengalir manakala melihat idola dalam keadaan di pesakitan, seperti yang terjadi kali ini dimana para penggemar rela membawa mawar sambil berurai air mata ke tempat sang idola diperiksa karena kasus yang menimpanya sekedar tuk menyapa dan memberi dorongan semangat untuk terus berkarya. Itulah air mata, mengalir dengan banyak makna dan tanya.

Rabu, 23 Juni 2010

Merah Merona Dibalik Jendela Kelas 2

<
Lepas bel sekolah pukul 13.30 adalah saat yang paling dinanti, dimana saat itu usai sudah kepenatan yang mendera dikepala karena waktunya pulang kerumah masing- masing. Namun ada yang tak pernah kulewati dan tak lepas dari pandangan selepas bel sekolah itu, yaitu tuk selalu memandang ke kelas yang ada di seberang lapangan Upacara , ruang kelas 2 dimana ada sosok siswi cantik berambut panjang tinggi semampai raganya . Sosok cantik yang penuh pesona yang rela tuk datang lebih pagi atau pulang lebih lambat ke rumah hanya untuk bertemu dengannya. Pertama ku sapa dia sangat ramah dan pipinya merah merona bila kupuji dirinya, sosok yang bersahabat jauh dari kesan angkuh di balik cantik wajahnya. Namun kini tak ada kabar darinya, selepas perpisahan sekolah kami jarang lagi bejumpa bahkan hingga kini tak tahu lagi kabarnya. Itulah sepenggal kisah di sekolah yang membuat aku harus terus berdamai dengan masa lalu yang indah namun tak berujung kisahnya.

Senin, 21 Juni 2010

Catatan Sebuah Perjalanan


Sebuah perjalanan dalam hidup kadang ada bahagia, kadang juga ada saat yang memilukan, dari masa kecil hingga besar kini banyak peristiwa yang terjadi terkadang juga timbul tak terduga, kehidupan ini memang berwarna. Hal - hal yang katanya sifatnya tertekan cukup akrab dengan kehidupan ini, kebahagiaan kadang menjadi barang langka tuk dinikmati, DUNIA yang terus jadi penggoda dan itu juga menjadi salah satu tujuan dari hidup ini, namun hati terasa tak tenang bila ingin mempertahankan dunia, keikhlasan juga mungkin juga baru dari sebatas di ucapan saja yang hal itu sangat sulit untuk dilaksanakan, bila hal - hal yang di impikan terlepas atau tak dapat kita pertahankan . Bahagia seakan menjauh ketika satu persatu orang - orang terdekat disekitar kita meninggalkan kita, satu - persatu perlahan pergi baik yang dipanggil Sang Maha Kuasa maupun pergi meninggalkan kita dengan kesunyian dan tanya di hati. Hidup memang harus ada tujuan yang artinya kebahagian , namun orang suci bilang tujuan hidup jangan terlalu UTAMA yang UTAMA adalah prosesnya, karena diproses itu banyak aral melintang yang kadang abu- abu atau hitam putih yang tersamar yang harus dilalui demi mencapai satu tujuan dari kehidupan . Kehidupan romansa yang mengharu biru juga terkadang terkendala silaunya Dunia, satu sisi materi tak bisa dipungkiri adalah pematri sebuah hubungan antar insan yang sedang dililit romansa namun karena perbedaan kasta kadang juga jadi jurang pemisah yang mengangga seperti banyak terjadi dan itu juga tak bisa disalahkan demi sebuah arti kebahagiaan? padahal orang bijak bilang Dunia jangan kau kejar niscaya DUNIA itu akan mengikuti dengan sendirinya bilamana kamu menggunakan ilmuNYA dan tinggal menunggu restu Tuhan tuk menggapainya.

Selasa, 08 Juni 2010

Ijinkan Sayap Ini Hinggap


keindahan itu seakan berjarak hingga kini,
keindahan itu seakan hanya bisa dituliskan pada kata,
keindahan itu seakan hanya bisa dititipkan pada langit diangkasa
keindahan itu seakan hanya sebuah ilusi tuk dinikmati,
keindahan itu seakan hanya bisa di simpan di hati
keindahan itu seakan hanya obsesi,
keindahan itu seakan cuma sebatas mimpi,
hingga ku berkata dari hati , ijinkan sayap ini hinggap di hatimu
agar ku bisa tenang dihati.

Rabu, 26 Mei 2010

Halte Seberang Pom Bensin

Halte itu setiap pagi ku lewati, Halte itu tepat di seberang Pom Bensin dan sebelah pintu perlintasan kereta api di tepian Kali Bekasi. Hampir setiap pagi ku selalu singgah di sana, setelah dari rumah aku naik mikrobus umum yang kaca belakangnya retak. Singgah di sana tuk sekedar melepas rindu dengan belahan hati walaupun itu hampir setiap hari bertemu namun aku tak jemu selalu bertemu dengannya. Ada banyak cerita berawal dari sana walupun itu sekedar sebuah mimpi tentang masa depan, cukup indah dan penuh dengan gelak tawa khas orang muda yang dimabuk asmara. Cerita yang berlanjut hingga hampir sewindu, kadang penuh kebosanan atau rasa kangen dijiwa. Halte itu menjadi saksi bisu masa jiwa yang beranjak dewasa , gelora hingga kesedihan yang mendera. Namun kini telah berubah, karena itu dahulu ketika aku dan dia masih berseragam putih abu - abu berusia belasan hingga menginjak bangku kuliahan , Halte itu kini telah berubah warna dari biru kewarna hijau muda seiring dengan berubahnya hubungan ini"karena dia telah bahagia dengan pilihannya" meninggalkanku dengan kenangan manis dihalte itu walaupun indah namun pahit untuk dikenang.

Didedikasikan :untuk sebuah halte dibilangan bulan- bulan Bekasi

Celoteh Indah

Kemarin ketika hujan dengan lebat , ditengah derasnya hujan didalam mobil yang merayap perlahan dijalan bebas hambatan yang jalannya tersendat akibat padatnya kendaraan yang melewatinya, ada celotehan ringan namun menurutku cukup punya arti sambil menahan suntuk karena kemacetan dan hawa dingin di kendaraan, ada juga celotehan indah tentang cinta, satu sahabat bercerita tentang perjuangan sang arjuna ketika mendapatkan dirinya, dia berjuang dengan gigih demi sang pujaan hati, hingga dia menunjukan dimana tempat dia sering bertemu janjian untuk sekedar melepas rindu yaitu di tepi danau di utara Jakarta yang terkurung kawasan industri terpadu
Sunter Jakarta. Dia menunjukan perahu angsa dan deretan penjual es kelapa muda yang berjejeran seolah menyediakan waktu tempat bagi para muda - mudi untuk saling memadu kasih, tempatnya cukup tenang dan lumayan rapi dan mungkin juga bersuasana romantis dengan sebutan taman tirtanya, itu sekilas yang terlihat siang menjelang sore kemarin. Tempat yang kebetulan terlewati itu seakan terus mewarnai perjalanan kehidupan cinta dia hingga akhirnya mereka mematri kasih di ikatan suci, Ada lagi satu cerita yang ini mungkin tentang kekuatan cinta yang bermakna sugesti, dimana sang ibunda yang hampir terus sakit- sakitan hingga harus diambil tindakan cuci
darah( Hemodialisis ) seketika segar kembali setelah mendengar rencana bahwa putri tercintanya akan melangsungkan ikatan tali perkawinan di akhir pekan di ujung bulan Mei ini, mungkin sakitnya sang bunda sedikit dipengaruhi oleh kisah asmara sang putri yang sudah memasuki usia matang namun belum juga menemukan tambatan hati, hingga dengan akan terjadi ikatan tali perkawinan sang putri, sedikit banyak telah membantu penyembuhan sang bunda dari derita yang di simpan raga, itulah celotehan cinta ringan namun terus akan menjadi inspirasi untuk di ikuti.

Didedikasikan: Untuk Kel TONY & Kel Dian smoga bahagia

Senin, 24 Mei 2010

HATI

Hatimu bukan sebongkah batu hitam yang tahan menerjang tetesan air walaupun akhirnya nanti pun berlobang,
Hatimu bukan seonggok batu karang yang tabah diterjang ombak samudra hayat, walaupun tahan nantinya patah terterjang,
Hatimu adalah tempat kumpulan asa dan dan rasa walau kadang kau abaikan,
Hatimu adalah tempat nurani dan keibaan bersarang,
Hatimu adalah tempat bertanya tentang kebimbangan dan keyakinan
Hatimu adalah tempat seonggok jawaban yang harus di jawab dari sebuah pertanyaan ku yang belum terjawab hingga sekarang, kumohon kau mengerti dan menyadari dari apa yang dilakukan di sanubari,..

Rabu, 19 Mei 2010

DILEMA

Pagi yang berkabut dia telah pergi mencari untuk hidupi diri,lelaki itu telah lama terluka, sewindu tak terasa ia telah di tinggalkan sang juwita hati, tak lama setelah sang ayah pergi meninggal dunia, lelaki itu terus dihantui perasaan penyesalan tak bisa memiliki sang juwita hati, Ia kini banyak murung terkurung sunyi jika ia telah lelah menyibukan diri.Sorot matanya terkadang nanar hampa tak berurujung jika senja telah datang. Saat

ia teringat raut sang pujaan hati ia terus menerawang jauh menembus batas cakrawala yang kadang gelap tertutup mega malam yang pekat seolah tahu perasaan hati yang cukup kelam, sekelam mega malam tutupi sinar rembulan yang berniat pancarkan keindahan sinarnya warnai malam di bumi . Ia terus mencari jawaban atas semua kegagalan tak bisa memiliki sang juwita hati bahkan terus membandingkan jika ia ingin mencoba membuka hati, pilu, resah dan kebimbangan berkecamuk dalam hati dan merasa tertinggal untuk mencoba memulai bahkan untuk sekedar sedikit membuka hati dari bunga- bunga yang bertebaran yang sebarkan aroma keindahan , yang mungkin juga sang bunga jujur untuk ungkapkan kata hati, tinggallah kini ia terus menyepi hadapi semua yang terus dinanti, kini yang perlu mungkin harus segera di sikapi diri.

Senin, 17 Mei 2010

POHON CERY DIANTARA HUTAN BETON

Pohon cery itu tumbuh di belakang bangunan beton diatumbuh dengan anggun dalam kesendirian, ia tumbuh mungkin tak sengaja di bawa burung pemakan biji, ia besar di himpitan hutan beton dilahan bekas rawa atau ladang yang dulunya menghijau di kota penyangga ibukota itu, ini bisa terlihat dari aliran sungai yang ada di belakang hutan beton itu yang banyak dilalui sodetan kali buatan manusia bukan kali alam yang tercipta sengaja. pohon cery itu tumbuh di lantai beton parkiran gedung menjulang yang telah retak dan berlubang mungkin juga akibat tergerus hujan yang airnya berusaha menyerap ke tanah , yang tanahnya tertutup lapisan beton yang tak berpori. Pohon cery itu tampak sabar menghijau sendirian di belantara gedung dan ruko - ruko yang angkuh tak bersenergi dengan alam, tampak di pohon cery itu beberapa burung gereja dan burung pipit yang mungkin berusaha bertahan diantara gempuran kemajuan kota yang penuh dengan polusi asap debu, ia tenang dihinggapi dan menyambut ramah kawanan burung itu, ia biarkan burung itu bertengger di dahan - dahan yang berayun di tiup angin yang gersang mungkin dia bisa bercengkrama akrab dengan mereka dibanding dengan manusia yang katanya punya rasa dan akal namun kadangkala tak bisa menempatkan pada porsinya, mungkin
sekarang manusia lebih mementingkan diri sendiri, untuk sekarang tampa berfikir yang akan datang. Atas nama kemajuan atau keserakahan hingga Manusia lupaa berharmonisasi dengan Alam dan terus mengabaikan, hingga Alam akan memberi peringatan baik dengan teguran halus atau dengan murka hingga manusia tersadar dari kekeliruaan mengabaikan alam atas nama kemajuan.

Senin, 10 Mei 2010

HENING

Saat terperanjat dari lelapnya tidur ditengah malam,

Saat mata terbuka, yang yang terdengar hanya suara detak jarum jam dingding yang bergerak perlahan melingkar

diiringi suara binatang malam dan dengusan nafas diri di balik keheningan malam

Terasa senyap, hingga kalbu terasa begitu dekat berasa dengan sang Pencipta

Saat itu hati kecil begitu jujur ingin berucap begitu banyak alfa dan dosa yang diperbuat diri,

Hingga saat nurani tergerak tuk bersuci membasuh diri ,memohon sejenak menghadap padaMu Ya’ Rabbi

Satu – persatu pinta terucap dari bibir yang penuh harap ,agar alfa dan dosa diampuni oleh Mu Ya' Rabbi

Berjuta keinginan juga terucap dari diri, yang mungkin masih belum pantas memohon kepada MU ya 'Raabi, karena begitu banyak abai yang dilakukan dari pada mentaati perintah Mu ya Rabbi,

Namun dalam kepasrahan itu hamba menghiba, hanya kepadaMu lah ya Rabbi Sang Pencipta hamba berlindung dari semua gelisah dan kegaluan sukma yang mendera

Senin, 03 Mei 2010

Orang Panggung

Dibalik gemerlap cahaya lampu dan tebalnya bedak di rona pipi serta coba berusaha terus tersenyum yang tebarkan,ia terus sembunyi di balik mungkin kemuraman diri,yang terus berkecamuk di dalam diri.Orang panggung itu berusaha jadi penampil yang sempurna di hadapan sang penyaksi,ia coba tutupi kesedihan yang melanda jiwa dengan tebalnya eyes shadow kelabu seolah tau ada rasa yang sedih mungkin juga kehilangan di kalbu yang kelabu.Orang panggung itu ingin berbagi kebahagiaan dengan sang penyaksi tapi ia coba tutupi kegetiran diri yang terus membayangi yang sebenarnya ia ingin hindari dengan berlari.Orang panggung itu berusaha ceria jika ia terus diburu para pemburu berita,seolah orang lain tak usah tahu tentang rasa yang berkecamuk di jiwa.Orang panggung itu harus senantiasa sempurna jika tampil dihadapan sang khalayak penyaksi mungkin juga demi profesionalisme yang terus ia jaga,orang panggung itu berharap kelak ia bisa berhenti berpura- pura sesuai dengan merambatnya usia dan perjalanan waktu yang tak bisa dihentikan sang masa . Mungkinkah kita juga bisa berhenti berpura- pura dibalik manis getirnya sandiwara dunia?