Selasa, 30 Maret 2010

Pantry Room Kantor


Pantry Room Dikantor yang terletak di sisi ujung Utara itu selalu ada saja teman kantor yang singgah di sana, baik saat pagi atau pas jam makan Siang, kalau pagi selalu teman kantor yang sarapan pagi atau sekedar minum kopi sebelum masuk waktu jam kerja di kantor. Ketika tiba Jam makan siang disana banyak juga sebagian teman kantor yang berkumpul bahkan harus bergiliran tempat duduk untuk makan siang, baik untuk tingkatan staff hingga kadang - kadang maneger jadi satu di tempat itu, padahal di ruang tengah kantor juga tersedia ruang makan yang di peruntukan bagi para karyawan , suasana yang cair dan sedikit non formal mungkin itulah yang jadi pilihan mereka untuk menyantap hidangan makanan di Pantry Room tersebut, sambil diiringi obrolan dengan suasana santai hingga jam istirahat usai. Obrolan yang terjadi disana biasanya seputar obrolan sehari - hari hingga mengomentari politik terkini yang sedang jadi topik hangat di media massa, Karena yang makan dan berkumpul di sana kebanyakan lelaki maka kadang juga di selingi obrolan khas lelaki yang memancing gelak tawa. Itulah suasana sebuah pantry Room di kantor walaupun tempatnya kecil namun kadang - kadang timbul juga obrolan yang bermakna untuk diikuti.

Senin, 29 Maret 2010

BIDADARI - BIDADARI FATAMORGANA ( Hanya Sebuah Deskripsi )

Saat malam mulai beranjak larut, saat kebanyakan orang sudah mulai terlelap istirahat, dia mulai beraktivitas sambil menahan dinginnya ruangan ber AC serta di temani segelas mint vodka mungkin untuk menghilangkan rasa kikuk dan canggung dalam bekerja walaupun ia mengaku kondisi badan yang kurang Fit akibat sakit maag yang diderita, juga ditemani sebatang rokok mentol putih yang lalu dikepulkan asapnya ke udara seolah ingin teriak tentang getirnya sebuah episode hidup yang harus dilaluinya, ketika ada seorang lelaki memintanya untuk menemaninya ia harus siap tuk bersamanya duduk akrab bercengkrama di meja ruang private karoke yang menjadi bagian dari Hotel berbintang yang ada di bilangan wilayah penyangga ibu kota . Dia tak sendiri, ada belasan teman yang berprofesi seperti dirinya yang bergerumul di balik pekatnya asap rokok semerbaknya aroma parfum dan hangatnya mint vodka, mungkin ini jalan yang mudah demi mengais rupiah ditengah himpitan ekonomi yang melanda dia bersama keluarga, belum lagi dari segi tingkat pendidikan yang cuma sebatas bangku SLTA yang semakin sulit bersaing di bursa kerja Sektor formal yang butuh keahlian khusus ditengah meledaknya angka angkatan kerja yang begitu besar, namun dia di karuniai wajah yang cukup cantik untuk ukuran seorang wanita Indonesia , berwajah oval bermata indah dengan warna kulit kuning langsatnya mungkin dari segi inilah ia memamfaatkan kecantikannya demi rupiah untuk keluarga dan dirinya walaupun itu dengan bekerja sebagai pemandu karoke yang sangat rawan pelecehan dari lawan jenisnya. Ia tak pedulikan segala resiko di kehidupan malam, konon bekerja di tempat itu pun atas restu orang tuanya bahkan saat akan pergi dan pulang bekerja ia diantar jemput ayahnya. Demikian cerita dia di saat malam berganti fajar di ujung pekan di sebuah lounge tepat disebelah tepian kali yang airnya berwarna kecoklatan bulan Maret itu.

(Untuk wanita- wanita tangguh yang berani melawan hawa kering dinginnya dunia malam )

Rabu, 24 Maret 2010

BALADA PARA SAHABAT

Siang itu saat udara terasa panas berbarengan dengan suasana jam makan siang di kantor, di perataran sebuah kantor yang cukup asri di bilangan kota Bekasi , Tampak berkumpul sekelompok karyawan sedang asik berkumpul sambil mengobrol dan menikmati makan siang. ketika mengobrol kesana kemari ada sebuah obrolan yang cukup menarik dan menggelitik dari dua orang yang berprofesi sebagai pengemudi pribadi ( driver) yang bekerja di kantor tersebut, kisah obrolan cukup menyentuh juga walaupun mungkin terasa cukup biasa juga bagi sebagian orang. Ternyata profesi sebagai pengemudi pribadi itu pekerjaan yang sangat lumayan berat, pekerjaan yang membutuhkan kondisi fisik yang prima dan konsentrasi tinggi, juga kesabaran dan kelapangan hati serta butuh pengendalian emosi yang cukup. Bisa di bayangkan ketika mereka kadang - kadang tak pulang ke rumah untuk beberapa hari demi menemani kesibukan sang majikan, hal ini menurut mereka di sebut dengan istilah Bang TOYIB merajut pada lagu dangdut yang cukup populer beberapa waktu lalu. Mungkin ini bisa dikatakan baik secara langsung atau tidak bahwa sososk "driver " membantu juga keberhasilan atau tidaknya sang majikan dalam berkarier di perusahaannya.

Rabu, 17 Maret 2010

TUKANG SAPU DAN PIALA ADIPURA


Fajar menjelang pagi tanggal 14 Maret Hari Minggu yang lalu berbarengan dengan para jemaah shalat subuh yang baru saja bubar shalat di mesjid al Mubarak Jl. M Hasibuan Bekasi, terlihat dua orang tukang sapu berseragam oranye dari dinas kebersihan dan pertamanan kota Bekasi yang satu di jalur sebelah kiri yang satu nya di jalur seberangnya tampak di dengan tekun menyapu sampah - sampah yang berserakan di pinggir jalan dan dekat pagar rumah warga, Singkat kata ketika ketika jam menunjukan sekitar pukul 06:00 pagi mereka terlihat rehat sejenak di depan rumah mungkin untuk menghilangkan rasa lelah yang didera setelah sekian jam menyapu sampah di jalanan, sambil membuang sampah dari halaman ke tempat sampah yang ada di depan pagar rumah, coba menyapa mereka dengan suasana santai bertanya kepada tukang sapu tersebut:
"kayanya bang sekarang jalanan kita ini makin sering di bersihkan ya? ia mas ini kan dalam rangka program menyongsong Piala Adipura yang coba di raih oleh kota Bekasi mas, jadi kami - kami ini sebagai petugas kebersihan di beri intruksi khusus agar benar - benar bekerja membersihkan jalan terutama yang berada di jalur protokol yang akan dilalui tim penilai Adipura. Namun di luar dalam rangka program raih piala Adipura pun kami ditugaskan untuk terus membersihkan sampah- sampah yang berada di jalur protokol dan jalan utama yang ada di kota Bekasi meskipun itu pada hari libur nasional maupun libur hari raya mas" demikian cerita mereka , saya jadi tercenung mendengar cerita tukang sapu tersebut, yang ( malaupun mungkin belum bersetatus PNS) alias tenaga HONORER mereka dengan tekun bekerja di balik dinginnya cuaca musim hujan maupun panasnya musim kemarau . Memang ketika diperhatikan akhir - akhir ini intensitas pekerjaan para tukang sapu ini cukup tinggi mungkin juga ini bertepatan dalam rangka ulang tahun Kota Bekasi Yang ke 13 yang jatuh tanggal 10 Maret yang lalu dan mereka bekerja dengan sistem 2 Shif yaitu pagi dan sore hari. Akhirnya jika Piala Adipura di raih berapun peringkatnya oleh kota Bekasi Rasanya tak berlebihan kita mengucapkan Terimakasih kepada Para Tukang sapu yang tak kenal lelah mereka membersihkan sampah yang berserakan di lingkungan kita dan kitapun jangan lupa memberikan penghargaan kepada jajaran Pemerintahan kota Bekasi Yang berusaha untuk membuat nyaman warganya dengan program- program "Bekasi Hijaunya" demi Sebuah ADIPURA dan kelestarian alam untuk menanggulangi pemanasan Global . SELAMAT ULANG TAHUN KOTA BEKASI Yang Ke 13