Rabu, 26 Mei 2010

Halte Seberang Pom Bensin

Halte itu setiap pagi ku lewati, Halte itu tepat di seberang Pom Bensin dan sebelah pintu perlintasan kereta api di tepian Kali Bekasi. Hampir setiap pagi ku selalu singgah di sana, setelah dari rumah aku naik mikrobus umum yang kaca belakangnya retak. Singgah di sana tuk sekedar melepas rindu dengan belahan hati walaupun itu hampir setiap hari bertemu namun aku tak jemu selalu bertemu dengannya. Ada banyak cerita berawal dari sana walupun itu sekedar sebuah mimpi tentang masa depan, cukup indah dan penuh dengan gelak tawa khas orang muda yang dimabuk asmara. Cerita yang berlanjut hingga hampir sewindu, kadang penuh kebosanan atau rasa kangen dijiwa. Halte itu menjadi saksi bisu masa jiwa yang beranjak dewasa , gelora hingga kesedihan yang mendera. Namun kini telah berubah, karena itu dahulu ketika aku dan dia masih berseragam putih abu - abu berusia belasan hingga menginjak bangku kuliahan , Halte itu kini telah berubah warna dari biru kewarna hijau muda seiring dengan berubahnya hubungan ini"karena dia telah bahagia dengan pilihannya" meninggalkanku dengan kenangan manis dihalte itu walaupun indah namun pahit untuk dikenang.

Didedikasikan :untuk sebuah halte dibilangan bulan- bulan Bekasi

Celoteh Indah

Kemarin ketika hujan dengan lebat , ditengah derasnya hujan didalam mobil yang merayap perlahan dijalan bebas hambatan yang jalannya tersendat akibat padatnya kendaraan yang melewatinya, ada celotehan ringan namun menurutku cukup punya arti sambil menahan suntuk karena kemacetan dan hawa dingin di kendaraan, ada juga celotehan indah tentang cinta, satu sahabat bercerita tentang perjuangan sang arjuna ketika mendapatkan dirinya, dia berjuang dengan gigih demi sang pujaan hati, hingga dia menunjukan dimana tempat dia sering bertemu janjian untuk sekedar melepas rindu yaitu di tepi danau di utara Jakarta yang terkurung kawasan industri terpadu
Sunter Jakarta. Dia menunjukan perahu angsa dan deretan penjual es kelapa muda yang berjejeran seolah menyediakan waktu tempat bagi para muda - mudi untuk saling memadu kasih, tempatnya cukup tenang dan lumayan rapi dan mungkin juga bersuasana romantis dengan sebutan taman tirtanya, itu sekilas yang terlihat siang menjelang sore kemarin. Tempat yang kebetulan terlewati itu seakan terus mewarnai perjalanan kehidupan cinta dia hingga akhirnya mereka mematri kasih di ikatan suci, Ada lagi satu cerita yang ini mungkin tentang kekuatan cinta yang bermakna sugesti, dimana sang ibunda yang hampir terus sakit- sakitan hingga harus diambil tindakan cuci
darah( Hemodialisis ) seketika segar kembali setelah mendengar rencana bahwa putri tercintanya akan melangsungkan ikatan tali perkawinan di akhir pekan di ujung bulan Mei ini, mungkin sakitnya sang bunda sedikit dipengaruhi oleh kisah asmara sang putri yang sudah memasuki usia matang namun belum juga menemukan tambatan hati, hingga dengan akan terjadi ikatan tali perkawinan sang putri, sedikit banyak telah membantu penyembuhan sang bunda dari derita yang di simpan raga, itulah celotehan cinta ringan namun terus akan menjadi inspirasi untuk di ikuti.

Didedikasikan: Untuk Kel TONY & Kel Dian smoga bahagia

Senin, 24 Mei 2010

HATI

Hatimu bukan sebongkah batu hitam yang tahan menerjang tetesan air walaupun akhirnya nanti pun berlobang,
Hatimu bukan seonggok batu karang yang tabah diterjang ombak samudra hayat, walaupun tahan nantinya patah terterjang,
Hatimu adalah tempat kumpulan asa dan dan rasa walau kadang kau abaikan,
Hatimu adalah tempat nurani dan keibaan bersarang,
Hatimu adalah tempat bertanya tentang kebimbangan dan keyakinan
Hatimu adalah tempat seonggok jawaban yang harus di jawab dari sebuah pertanyaan ku yang belum terjawab hingga sekarang, kumohon kau mengerti dan menyadari dari apa yang dilakukan di sanubari,..

Rabu, 19 Mei 2010

DILEMA

Pagi yang berkabut dia telah pergi mencari untuk hidupi diri,lelaki itu telah lama terluka, sewindu tak terasa ia telah di tinggalkan sang juwita hati, tak lama setelah sang ayah pergi meninggal dunia, lelaki itu terus dihantui perasaan penyesalan tak bisa memiliki sang juwita hati, Ia kini banyak murung terkurung sunyi jika ia telah lelah menyibukan diri.Sorot matanya terkadang nanar hampa tak berurujung jika senja telah datang. Saat

ia teringat raut sang pujaan hati ia terus menerawang jauh menembus batas cakrawala yang kadang gelap tertutup mega malam yang pekat seolah tahu perasaan hati yang cukup kelam, sekelam mega malam tutupi sinar rembulan yang berniat pancarkan keindahan sinarnya warnai malam di bumi . Ia terus mencari jawaban atas semua kegagalan tak bisa memiliki sang juwita hati bahkan terus membandingkan jika ia ingin mencoba membuka hati, pilu, resah dan kebimbangan berkecamuk dalam hati dan merasa tertinggal untuk mencoba memulai bahkan untuk sekedar sedikit membuka hati dari bunga- bunga yang bertebaran yang sebarkan aroma keindahan , yang mungkin juga sang bunga jujur untuk ungkapkan kata hati, tinggallah kini ia terus menyepi hadapi semua yang terus dinanti, kini yang perlu mungkin harus segera di sikapi diri.

Senin, 17 Mei 2010

POHON CERY DIANTARA HUTAN BETON

Pohon cery itu tumbuh di belakang bangunan beton diatumbuh dengan anggun dalam kesendirian, ia tumbuh mungkin tak sengaja di bawa burung pemakan biji, ia besar di himpitan hutan beton dilahan bekas rawa atau ladang yang dulunya menghijau di kota penyangga ibukota itu, ini bisa terlihat dari aliran sungai yang ada di belakang hutan beton itu yang banyak dilalui sodetan kali buatan manusia bukan kali alam yang tercipta sengaja. pohon cery itu tumbuh di lantai beton parkiran gedung menjulang yang telah retak dan berlubang mungkin juga akibat tergerus hujan yang airnya berusaha menyerap ke tanah , yang tanahnya tertutup lapisan beton yang tak berpori. Pohon cery itu tampak sabar menghijau sendirian di belantara gedung dan ruko - ruko yang angkuh tak bersenergi dengan alam, tampak di pohon cery itu beberapa burung gereja dan burung pipit yang mungkin berusaha bertahan diantara gempuran kemajuan kota yang penuh dengan polusi asap debu, ia tenang dihinggapi dan menyambut ramah kawanan burung itu, ia biarkan burung itu bertengger di dahan - dahan yang berayun di tiup angin yang gersang mungkin dia bisa bercengkrama akrab dengan mereka dibanding dengan manusia yang katanya punya rasa dan akal namun kadangkala tak bisa menempatkan pada porsinya, mungkin
sekarang manusia lebih mementingkan diri sendiri, untuk sekarang tampa berfikir yang akan datang. Atas nama kemajuan atau keserakahan hingga Manusia lupaa berharmonisasi dengan Alam dan terus mengabaikan, hingga Alam akan memberi peringatan baik dengan teguran halus atau dengan murka hingga manusia tersadar dari kekeliruaan mengabaikan alam atas nama kemajuan.

Senin, 10 Mei 2010

HENING

Saat terperanjat dari lelapnya tidur ditengah malam,

Saat mata terbuka, yang yang terdengar hanya suara detak jarum jam dingding yang bergerak perlahan melingkar

diiringi suara binatang malam dan dengusan nafas diri di balik keheningan malam

Terasa senyap, hingga kalbu terasa begitu dekat berasa dengan sang Pencipta

Saat itu hati kecil begitu jujur ingin berucap begitu banyak alfa dan dosa yang diperbuat diri,

Hingga saat nurani tergerak tuk bersuci membasuh diri ,memohon sejenak menghadap padaMu Ya’ Rabbi

Satu – persatu pinta terucap dari bibir yang penuh harap ,agar alfa dan dosa diampuni oleh Mu Ya' Rabbi

Berjuta keinginan juga terucap dari diri, yang mungkin masih belum pantas memohon kepada MU ya 'Raabi, karena begitu banyak abai yang dilakukan dari pada mentaati perintah Mu ya Rabbi,

Namun dalam kepasrahan itu hamba menghiba, hanya kepadaMu lah ya Rabbi Sang Pencipta hamba berlindung dari semua gelisah dan kegaluan sukma yang mendera

Senin, 03 Mei 2010

Orang Panggung

Dibalik gemerlap cahaya lampu dan tebalnya bedak di rona pipi serta coba berusaha terus tersenyum yang tebarkan,ia terus sembunyi di balik mungkin kemuraman diri,yang terus berkecamuk di dalam diri.Orang panggung itu berusaha jadi penampil yang sempurna di hadapan sang penyaksi,ia coba tutupi kesedihan yang melanda jiwa dengan tebalnya eyes shadow kelabu seolah tau ada rasa yang sedih mungkin juga kehilangan di kalbu yang kelabu.Orang panggung itu ingin berbagi kebahagiaan dengan sang penyaksi tapi ia coba tutupi kegetiran diri yang terus membayangi yang sebenarnya ia ingin hindari dengan berlari.Orang panggung itu berusaha ceria jika ia terus diburu para pemburu berita,seolah orang lain tak usah tahu tentang rasa yang berkecamuk di jiwa.Orang panggung itu harus senantiasa sempurna jika tampil dihadapan sang khalayak penyaksi mungkin juga demi profesionalisme yang terus ia jaga,orang panggung itu berharap kelak ia bisa berhenti berpura- pura sesuai dengan merambatnya usia dan perjalanan waktu yang tak bisa dihentikan sang masa . Mungkinkah kita juga bisa berhenti berpura- pura dibalik manis getirnya sandiwara dunia?

Minggu, 02 Mei 2010

Setangkai Anggrek Berbunga Coklat

Pagi yang sunyi ditemani semerbak embun yang perlahan pergi

Ia mekarkan kuncup keanggunan tuk semua nikmati sambil menyendiri

Tak peduli suasana hati sang pemandang ia tetap mekarkan diri

Saat mentari perlahan mulai meninggi kau masih berusaha pancarkan keharuman

Saat orang lalulalang tak hiraukan arti kehadiranmu,kau tetap anggun lambaikan kelembutan,

Saat hari perlahan beranjak siang seiring debu mulai berterbangan yang mungkin menghardik keangunnanmu, kau terlihat tabah hadapi semua yang datang menggores ketenangan.

Itulah setangkai anggrek berbunga coklat yang tabah disegala rintang yang datang