Senin, 22 November 2010

Tentang Rasa

Saat rona jingga disenja hari perlahan pergi ke peraduaannya, hati ini masih seperti dulu kelu tak jua sirna di rasa, masih terbersit seraut wajah dirimu yang pernah ku sayangi yang terus membekas dihati, entah kenapa itu bisa terjadi, mungkin hati tak jua rela aku harus berbagi terhadap orang yang pernah ku sayangi yang kini telah punya kehidupannya sendiri. Rasa itu tak lekas lekang di telan putaran waktu , peristiwa perpisahaan itu jua tak ada sebab yang menyakiti hati namun keadaan dan sebab dari orang yang kita hormati dan kagumi di kehidupan kita,. mereka mungkin tak usah dianggap salah karena mereka punya harapan terhadap kehidupan sibuah hati agar mereka kuat dan mapan dari segi dunia yang semakin mengkomsusi. Tapi tentang rasa itu ku tak sanggup tuk merasa berbagi terhadap orang yang pernah kusayangi,......semoga ada jalan keluar dari semua galau yang melanda di hati ,....

Minggu, 21 November 2010

Ijinkan Aku Mencium keningmu tuk terakhir kali

Mungkin sudah saatnya aku mundur dari lembaran hidupmu, dan biarkan semua menjadi cerita lalu untuk di kenang. Saat indah, saat sedih dan bahagia menjadi catatan dalam hati yang manis, karena perpisahaan ini terjadi bukan karena perbedaan tapi demi semua kebaikan dan penghormatan aku dan kamu terhadap orang yang sangat kita cintai dan sama - sama kita banggakan selama hidup kita. Biarlah semua ini menjadi kisah milik kita berdua dan tersimpan rapat di hati. Semoga semua ini tak membebani karena mungkin akan sakit bila memang untuk di kenang, namun perpisahan ini anggap saja sebagai satu pijakan untuk tahapan yang lebih berarti di kemudian hari, hingga sampai pada satu pinta untuk yang terakhir "ijinkan aku mencium keningmu tuk terakhir kali", terimakasih

Senin, 01 November 2010

Sisi Lain

Sebagai Manusia yang terlahir sempurna memang mempunyai sisi lain yang unik dalam menyikapi berbagai kejadian yang menimpannya. Dalam memenuhi keinginan banyak diantara kita kurang pas menempatkannya terutama di era mengkonsumsi seperti yang terjadi sekarang ini, para pemuka banyak bercerita dewasa ini banyak orang lebih memenuhi kesenangan yang di beli dari pada kebutuhan yang diutamakan dan hal itu memang sulit dihindari di jaman yang di tuntut oleh orde yang dipenuhi gaya hidup. Semangat yang terjadi sekarang ini mendorong semua orang untuk mengaktualisasi diri di dunia yang seolah tanpa batas - batas lagi , kejadian di belahan dunia lain dapat di ketahui seketika lewat dunia virtual yang begitu cepat berkembang. lewatberbagai kejadian itu seakan kita di tuntut untuk memilih antara yang gampang ditemui atau yang baik bagi dirinya. Banyak juga orang yang berbicara moral tapi disisi lain orang itu kerap belajar moral tapi tak lebih baik moralnya. Gaya hidup yang mengkonsumsi di era globalisasi yang kadang - kadang jadi era juga gombalisasi dimana- mana, terkam duluan berpikir kemudian seperti banyak dikemukakan para analisis kritis yang semakin langka belakangan ini, keterbukaan yang katanya sekarang ini di iringi dengan degradasi kearifan lokal yang semakin terkikis menjadi beban moral generasi. Semoga kita tetap menjadi generasi yang selalu berpikir,.........