
Bunga sebut saja begitu dia terlahir dari keluarga sederhana di kota penyangga ibu kota jakarta ayahnya hanyalah sorang pengayuh beca dan sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa,nenek - kakeknya sempat usaha berjualan sayur mayur di pasar tradisional,namun ketika krisis politik dan ekonomi mendera di tahun 1998 dan dilanjutkan dengan krisis ekonomi yang tak berkesudahan hingga sekarang,usaha sang nenekpun jatuh dan akhirnya dia sekeluarga hanya bisa mengandalkan bekal hidup dari sang ayah yang hanya mengandalkan dari kayuhan beca,tak lama setelah krisis 1998 ia dan kakak lelakinya adiknya yang juga lelaki berhenti bersekolah karena keterbatasan ekonomi yang mendera keluarganya.bunga hanya sampai kelas 4 SDN sang kakak tak sanggup melanjutkan ke SMP dan sang adik hanya sampi kelas 2 SD. Bunga pernah bekerja sebagai upah membersihkan buah hasil usaha argoindustri di tetangganya namun itu tak lama karena sang tetangga tak bisa melanjutkan usahanya,hingga ia suatu waktu bertemu dengan sahabatnya yang baru bercerai dengan suaminya sebut saja lintang,lintang tengah berproses sebagai wanita yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam di timur jakarta,lintang memang sempat frustrasi setelah bercerai dengan suaminya yang bekerja sebgai tenaga lepas kontrak di sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka yang gaji tak bisa mencukupi kehidupan keluarganya. dan karena alasan itulah lintang dan suaminya bercerai,lintang adalah seorang wanita yang juga mempunyai ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika Amphitamin Dan Zat Adektif lainnya),singkat cerita mungkin dengan alasan klise yaitu ekonomi bunga akhirnya mau di ajak lintang bekerja di tempat hiburan Di timur Jakarta yang berada tepatnya di sebuah kawasan industri baru yang pengunjungnya kebanyakan Ras Kuning yang banyak menghabiskan waktunya setelah lelah bekerja seharian ke tempat hiburan malam dan kebanyakan setelahnya banyak melakukan aktivitas seksual. Singkat kata bunga setelah bekerja ditempat hiburan malam itu kehidupannya berubah,ia kini penampilanya lebih bersih dan modis tidak lagi kusut seperti dahulu,orang tuanya juga kehidupannya mulai membaik ia tak lagi mengayuh beca sang kakak dan sang adik juga telah bekerja di tempat pengolahan kacang kedelai.Bunga mulai jadi bahan pembicaraan tetangganya ,ia kini telah bisa hidup bergaya komsumarisme dengan hasil keringatnya bekerja di tempat hiburan malam.dimana hampir setiap hari minggu ia senatiasa berbelanja di departemen terkemuka di daerah penyangga ibukota yang mana pada waktu lalu mungkin hanya sebatas ilusi untuk dilakukan tapi ia kini bisa menjingjing berkantong- kantong belajaan dari departement store terkemuka,para tetangga tak berani lagi menegor dengan kebiasaan bunga yang bekerja di tempat hiburan malam,karena mungkin mereka berpikir untuk apa usil urusan orang sedangkan orang tuanya saja diam dan menginjinkan anak gadis nya bekerja di tempat hiburan malam.Mungkin orang tua bunga sudah lelah berjuang dengan kesulitan hidup bertahun tahun sedang keadaan sekitar mereka tak ada yang bisa membantu banyak keadaan keluarganya di kala sedang kesusahan dahulu.Namun keadaan itu mulai berubah ketika bunga telah dinyatakan hamil dan ibu asuh di tempat di bekerja di klub malam meminta dia agar istirahat dahulu bekerja di klub,karena para tamu tak tertarik untuk di temani wanita dengan kondisi yang tengah berbadan dua. Bunga yang perlahan - lahan keadaan ekonominya mulai memudar dan gunjingan di sekitarnya mulai terasa karena ia hamil di luar nikah tanpa diketahui siapa ayah biologisnya, pernah ada rumor bahwa yang menanam benih adalah anak mahasiswa yang kos di sekitar rumah bunga namun ketika di musyawarahkan hasilnya sang mahasiswa tak mengakui perbuatannya,karena alasan dia siapa pun bisa menanam benih di janin bunga yang berprofesi sebagai pekerja malam , duka lainya mulai ia rasakan ketika sahabat baiknya lintang tewas mengenaskan akibat over dosis Napza dengan dada terbakar hitam ia ditemukan tewas di pinggir jembatan pintu air kali malang,haripun berlau dan bunga melahirkan bayi dari rahimnya denga tanpa ayah sang bayi dan di beri nama tiara dan sang bayi pun tak tahu siapa ayah yang sebenarnya. Pasca proses persalinan sang bayi belum sempat empat puluh hari bunga telah kembali beraktivitas kembali di tempat hiburan malam, namun ia mulai merasakan kondisi tubuhnya mulai menurun mungkin akibat dahulu ia mengkonsumsi pil anti hamil selama ia bekerja di tempat hiburan malam,hingga akhirnya ia tak sanggup lagi bekerja lagi di tempat hiburan malam karena kondisinya semakin menurun akibat Penyakit Seksual Menular(PSM) yang ia derita.Badannya mulai terlihat kurus kering dengan penyakit paru- paru basah yang ia mulai terima,pendarahan disekitar organ intimnya ia juga mulai derita dan berbagai penyakit yang mengakibatkan menurunnya fungsi kekebalan tubuh. tak sampai dua bulan setelah dia menderita Penyakit Seksual Menular ( PSM ) ia akhirnya wafat, dan proses pemakamannya yang cukup menyita waktu karena para pelayat enggan menguburkan jenasahnya secara normal pada umumnya karena mereka menganggap jasad bunga akan menularkan penyakit menular, dan akhirnya jenasah bunga dikebumikan dengan hanya di antar segelintir orang.penderitaan keluarga bunga tidak hanya sampai disitu bayi yang dulu dilahirkannya juga tak lama ikut meninggal dunia akibat menderita penyakit lumpuh layu. Tragis memang kehidupan demi mengejar kenikmatan semu dunia ia rela bekerja di luar norma yang biasa.dan akhirnya sang ayah pun droop dan menjual tempat rumah ia tinggal sekeluarga dan tak lama kemudian sang Ayah pun wafat akibat penyakit brohitis yang ia terima mungkin ia sangat shock oleh keadaan hidup yang ia jalani di dunia. semoga dapat di ambil makna kisah hidup bunga dan kita tak tergoda oleh semunya dunia .Tulisan ini di persembahkan dalam rangka hari AIDS sedunia 1 Desember
Tidak ada komentar:
Posting Komentar