Setiap pagi jika sedang bosan sarapan dengan menu rutin yang itu itu saja di rumah ,biasanya sekitar jam 6 pagi langsung mencari menu sarapan yang agak lain dari biasanya, seperti pagi ini langsung meluncur ke Jl. Mayor Oking Bekasi yang banyak penjual makanan menjajakan dagangannya,orang Bekasi mengenal daerah Jl. Mayor Oking itu dengan sebutan daerah “proyek Bekasi”, ada penjual bubur ayam” pagi sore” di sekitar pasar proyek, lontong sayur opor ayam disekitaran depan pelataran ex “HEMBO” atau nasi uduk, pagi ini jatuh pilihan untuk sarapan adalah nasi uduk yang berada di sekitar jalanan yang menuju klenteng di proyek Bekasi, orang biasanya menyebut nasi uduk pincuk proyek Bekasi. Di samping nasi uduk pincuk yang di bungkus daun pisang yang biasanya disantap dengan sambal yang terbuat dari campuran kacang tanah, cabe mentah (tanpa direbus atau digoreng terlebih dahulu), sedikit cuka serta dicampur air matang hangat, juga tersedia beraneka macam makanan kecil untuk sarapan seperti bakwan, tahu isi, lisol isi wortel dan kikil daging sapi, juga tersedia beraneka macam kue basah dan kering seperti kue lapis ,kacang goreng, kue gemblong dan lain -lain. Penjual nasi uduk tersebut berjualan di sebuah rumah sederhana dan meletakan dagangannya di sebuah nampan bambu di atas meja kayu tepat di pinggir jalan. Berbagai jenis makanan tersebut cukup terjangkau harganya, untuk satu pincuk nasi uduk seharga Rp.1.500, untuk gorengan seperti bakwan , tahu isi dan lisol Rp. 1.000 dan kikil Rp.2.500. Nasi uduk proyek yang biasnya berjualan antara pukul 05.30 sampai dengan jam 8 pagi,
Untuk pelangganya nasi uduk pincuk tersebut terlihat dari berbagai golongan,ini bisa diamati dari para pembeli yang datang kesana ada yang membawa mobil, sepeda motor maupun pejalan kaki. Dan pembelinya cukup ramai apalagi kalau bertepatan dengan hari libur kadang- kadang nasi uduknya telah habis kalau kesana sekitar jam 7 pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar