Pagi yang sunyi ditemani semerbak embun yang perlahan pergi
Ia mekarkan kuncup keanggunan tuk semua nikmati sambil menyendiri
Tak peduli suasana hati sang pemandang ia tetap mekarkan diri
Saat mentari perlahan mulai meninggi kau masih berusaha pancarkan keharuman
Saat orang lalulalang tak hiraukan arti kehadiranmu,kau tetap anggun lambaikan kelembutan,
Saat hari perlahan beranjak siang seiring debu mulai berterbangan yang mungkin menghardik keangunnanmu, kau terlihat tabah hadapi semua yang datang menggores ketenangan.
Itulah setangkai anggrek berbunga coklat yang tabah disegala rintang yang datang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar