Rabu, 19 Mei 2010

DILEMA

Pagi yang berkabut dia telah pergi mencari untuk hidupi diri,lelaki itu telah lama terluka, sewindu tak terasa ia telah di tinggalkan sang juwita hati, tak lama setelah sang ayah pergi meninggal dunia, lelaki itu terus dihantui perasaan penyesalan tak bisa memiliki sang juwita hati, Ia kini banyak murung terkurung sunyi jika ia telah lelah menyibukan diri.Sorot matanya terkadang nanar hampa tak berurujung jika senja telah datang. Saat

ia teringat raut sang pujaan hati ia terus menerawang jauh menembus batas cakrawala yang kadang gelap tertutup mega malam yang pekat seolah tahu perasaan hati yang cukup kelam, sekelam mega malam tutupi sinar rembulan yang berniat pancarkan keindahan sinarnya warnai malam di bumi . Ia terus mencari jawaban atas semua kegagalan tak bisa memiliki sang juwita hati bahkan terus membandingkan jika ia ingin mencoba membuka hati, pilu, resah dan kebimbangan berkecamuk dalam hati dan merasa tertinggal untuk mencoba memulai bahkan untuk sekedar sedikit membuka hati dari bunga- bunga yang bertebaran yang sebarkan aroma keindahan , yang mungkin juga sang bunga jujur untuk ungkapkan kata hati, tinggallah kini ia terus menyepi hadapi semua yang terus dinanti, kini yang perlu mungkin harus segera di sikapi diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar