Senin, 03 Mei 2010

Orang Panggung

Dibalik gemerlap cahaya lampu dan tebalnya bedak di rona pipi serta coba berusaha terus tersenyum yang tebarkan,ia terus sembunyi di balik mungkin kemuraman diri,yang terus berkecamuk di dalam diri.Orang panggung itu berusaha jadi penampil yang sempurna di hadapan sang penyaksi,ia coba tutupi kesedihan yang melanda jiwa dengan tebalnya eyes shadow kelabu seolah tau ada rasa yang sedih mungkin juga kehilangan di kalbu yang kelabu.Orang panggung itu ingin berbagi kebahagiaan dengan sang penyaksi tapi ia coba tutupi kegetiran diri yang terus membayangi yang sebenarnya ia ingin hindari dengan berlari.Orang panggung itu berusaha ceria jika ia terus diburu para pemburu berita,seolah orang lain tak usah tahu tentang rasa yang berkecamuk di jiwa.Orang panggung itu harus senantiasa sempurna jika tampil dihadapan sang khalayak penyaksi mungkin juga demi profesionalisme yang terus ia jaga,orang panggung itu berharap kelak ia bisa berhenti berpura- pura sesuai dengan merambatnya usia dan perjalanan waktu yang tak bisa dihentikan sang masa . Mungkinkah kita juga bisa berhenti berpura- pura dibalik manis getirnya sandiwara dunia?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar